<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Widari</title>
	<atom:link href="http://widari.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://widari.com</link>
	<description>Where pink butterfly telling a story</description>
	<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 11:47:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Jakarta=strees</title>
		<link>http://widari.com/2008/08/29/apa-aja-deh/jakartastrees.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/08/29/apa-aja-deh/jakartastrees.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 11:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Apa Aja Deh]]></category>

		<category><![CDATA[delay]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[pesawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[tumben posting lagi hwe..he.., kangen juga sama bloggku.posting tulisan ini dihiruk pikuknya terminal C Cengkareng, ada hot spot gratis ya dimanfaatin aja..
yah, mau sdikit cerita kalau hari ini super capek. bukan karena capek kerja tapi capek dijalan. Memang sih, aku harus mengikuti rapat yang bahasa kerennya itu meeting, but bukan mijit yang penting-penting.
jam empat pagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p>tumben posting lagi hwe..he.., kangen juga sama bloggku.posting tulisan ini dihiruk pikuknya terminal C Cengkareng, ada hot spot gratis ya dimanfaatin aja..</p>
<p>yah, mau sdikit cerita kalau hari ini super capek. bukan karena capek kerja tapi capek dijalan. Memang sih, aku harus mengikuti rapat yang bahasa kerennya itu meeting, but bukan mijit yang penting-penting.</p>
<p>jam empat pagi sudah bangun, mandi gosok gigi, bangunin <a href="http://saylows.com">yayang</a>, bikinin kopi dulu&#8230;terus jam lima udah meluncur kebandar udara kita tercinta Ngurah Rai. tentu saja dianter yayang juga. ternyata lupa beli bensin, jadi waktu kebuang sekitar sepuluh menit buat ngisi bensin dulu dikios pinggir jalan.</p>
<p>Yayang yang biasa aku panggil Bi (perasaan dari tadi ngomongin yayang terus..habisnya nggak ketemu seharian jadi kangen&#8230;:D ), hanya nganter sampai parkiran. karena sudah mau boarding.</p>
<p>akhirnya nyampe juga diibukota kita Jakarta. terus aku main dulu kekantor temenku yayasan PITA didaerah pejompongan sambil menunggu jam meeting. karena aku nyampe jakarta masih pagi-pagi dan meeting baru dimulai jam satu siang.</p>
<p>singkat cerita, kelar meeting, it&#8217;s time to go home!! yah seneng dong, udah nggka sabar ketemu yayang. jam 3.30 naik taxi menuju bandara udara cengkareng dari wisama kasgoro di daerah tamrin. Maceeettttttt nggak ketulungan, karena memang lagi jam pulang kantor.</p>
<p>harus nyampe bandara kurang lebih jam enam, karena pesawat boarding jam 6.30. untungnya sang bapak supir taxi yang usianya sudah 53 tahun ( tau umurnya karena sempet nannya&#8230;)itu cukup gesit menghindari kemacetan. meskipun kurang lebih dua setengah jam perjalanan, yang mana biasanya cuman sejam.</p>
<p>nah&#8230;nyampe erpot, check in, dan si embak petugas Batavia air dengan senyum mengembang di kedua bibirnya bilang &#8220;maaf mbak, pesawatnya delay sampai jam setengah sembilan&#8221;</p>
<p>Huh&#8230;!! kesal bercampur capek sambil bilang ke siembak&#8230;&#8221;kenapa nggak besok aja sekalian diberangkatin&#8221;</p>
<p>sambil langsung kabur, takutnya dipanggilin sekuriti&#8230;hihiiii</p>
<p>yah..sambil nunggu, buka laptop eh ternyata bisa koneksi internet. jadi udah deh, jadi nge-plurk, terus dapet temen juga yang ternyata punya facebook.</p>
<p>sambil menunggu sang pesawat Batavia datang dan mengantarkanku kepelukan yayangku <img src='http://widari.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/08/29/apa-aja-deh/jakartastrees.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ikuti Lomba Blog Remaja, Kisara 2008.</title>
		<link>http://widari.com/2008/08/11/lomba/ikuti-lomba-blog-remaja-kisara-2008.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/08/11/lomba/ikuti-lomba-blog-remaja-kisara-2008.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 01:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>

		<category><![CDATA[Bali]]></category>

		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[Kisara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam Rangkaian Hari remaja (12 Agustus ) dan Hari AIDS Sedunia ( 1 Desember ), KISARA melaksanakan kegiatan Lomba Blog Remaja dengan tema “Bangkitkan Eksistensi Remaja”. Lomba ini terbuka untuk kalangan remaja dengan menarik. Buruan ikutan. Baca Selengkapnya di http://remajabali.wordpress.com/lomba-blog-remaja-2008/
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p><a href="http://remajabali.wordpress.com/files/2008/08/lomba-blog-kisara-2008-hari-remaja.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-131" src="http://remajabali.wordpress.com/files/2008/08/lomba-blog-kisara-2008-hari-remaja.jpg" alt="" width="325" height="210" /></a></p>
<p>Dalam Rangkaian Hari remaja (12 Agustus ) dan Hari AIDS Sedunia ( 1 Desember ), KISARA melaksanakan kegiatan Lomba Blog Remaja dengan tema “Bangkitkan Eksistensi Remaja”. Lomba ini terbuka untuk kalangan remaja dengan menarik. Buruan ikutan. Baca Selengkapnya di <a href="http://remajabali.wordpress.com/lomba-blog-remaja-2008/">http://remajabali.wordpress.com/lomba-blog-remaja-2008/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/08/11/lomba/ikuti-lomba-blog-remaja-kisara-2008.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BBC Goes to RSJ Bangli</title>
		<link>http://widari.com/2008/08/08/apa-aja-deh/bbc-goes-to-rsj-bangli.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/08/08/apa-aja-deh/bbc-goes-to-rsj-bangli.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 01:19:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Apa Aja Deh]]></category>

		<category><![CDATA[BBC]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Ralat Hari&#8230;yang bener  Sunday

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p>Ralat Hari&#8230;yang bener  <strong>Sunday</strong></p>
<p><a href="http://widari.com/wp-content/uploads/2008/08/bbcrsj1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-121" title="bbcrsj1" src="http://widari.com/wp-content/uploads/2008/08/bbcrsj1-180x300.jpg" alt="" width="180" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/08/08/apa-aja-deh/bbc-goes-to-rsj-bangli.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Opsi seorang Ohidha</title>
		<link>http://widari.com/2008/07/29/hivaids/opsi-seorang-ohidha.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/07/29/hivaids/opsi-seorang-ohidha.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 06:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>

		<category><![CDATA[Ohida]]></category>

		<category><![CDATA[Widari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[
Tulisan ini dibuat oleh seorang ayah. saya memposting tulisan ini atas permintaan beliau.

Tengah malam ketika upacara kremasi berakhir, aku tinggalkan kota mataram bersama istri, mertua, anak dan cucuku. Langit waktu itu cerah, banyak terlihat taburan bintang-bintang menghiasi cakrawala. Walaupun debur ombak selat Lombok amatlah keras, menghempas lambung kapal sebelah kiri. Kapal yang kami tumpangi tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><blockquote>
<p class="MsoNormal"><strong>Tulisan ini dibuat oleh seorang ayah. saya memposting tulisan ini atas permintaan beliau.</strong></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Tengah malam ketika upacara kremasi berakhir, aku tinggalkan kota mataram bersama istri, mertua, anak dan cucuku. Langit waktu itu cerah, banyak terlihat taburan bintang-bintang menghiasi cakrawal<span lang="IN">a</span>. Walaupun debur ombak selat <span lang="IN">L</span>ombok amatlah keras, menghempas lambung kapal sebelah kiri. <span lang="IN">Kapal yang kami tumpangi tak goyah sedikitpun. </span>Kami<span> </span><span> </span>menyebrangi lautan dari Lembar menuju Padangbai.<span id="more-118"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Kepergianku meninggalkan kota Mataram, bukan tak beralasan. Aku mengikuti upacara kremasi menatuku di kota yang terkenal dengan pantai sengiginya itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Aku berdiam diri di atas dek kapal Fery tua yang aku tumpangi, sambil menengadahkan kepalaku. </span>Ombak tak henti-hentinya menghempaskan airnya ke dinding kapal fery tua itu.<span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Aku sebenarnya sudah amat sangat merindukan rumahku, yang telah kutinggalkan selama seminggu di kota Mataram, untuk mengikuti upacara kremasi menantuku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Sebuah proses kremasi yang sangat aneh buatku. Sebab selama hidupku, tak pernah kusaksikan jenazah yang telah dikubur diangkat kembali untuk di kremasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Dan anehnya lagi peti yang membungkus jenazah menantuku pun tak boleh dibuka sama sekali. Sebuah tempat yang dibuat dan ditutup rapat oleh seng, telah disipakan untuk membakar jenazah menantuku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Yah…semua orang takut, takut virus yang telah membunuh menantuku juga menginfeksi orang lain, yang berada disekitar tempat menantuku di di kremasi. HIV/AIDS, telah merenggut nyawa menantuku, dan memisahkannya dengan anak dan cucuku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Tapi apakah HIV/AIDS itu suatu Aib. Sampai akhirnya, jenazah yang telah dikubur harus diangkat kembali. Mereka takut ketika jenazah manatuku dikuburkan, virus dalam tubuhnya akan mencemari air dan lingkungan di sekitar kuburan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Kejadian pembongkaran kuburan menatuku ini berawal, pada saat muncul pemberitaan di Koran terkait kematian menatuku. Dan menyeruruak ketakuan bagi orang-orang disekitar kuburan. Mereka mengangap HIV/AIDS adalah penyakit yang berbahaya, penyakit orang-orang kotor dan menjijikan.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sambil menikmati cakrawala, aku sesekali melihat anakku Ikha dan cucuku Adinda yang cantik dan mungil. “semoga mereka diberikan kekutan oleh Hyang Widhi dalam menempuh kehidupan yang penuh goncangan untuk dapat dibesarkan hatinya berjuang melawan gelombang kehidupan yang dahsyat ini.” Doaku dalam hati, sambil ku menatap lekat kedua orang yang telah ditinggal oleh Ayah dan suaminya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Fajar telah menyingsing, kapal fery yang aku tumpangi telah bersandar di pelabuhan Padang Bai. <span lang="FI">Kamipun melanjutkan perjalanan menuju Bali Utara, tepatnya di desa Kaliasem Lovina.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="FI">Kedatangan kami disambut oleh beberapa orang kerabat dan tetangga. <span> </span>Mereka, menunggu kabar tentang apa yang terjaid di mataram. Kedatangan mereka cukup beralasan. </span><span lang="SV">Mereka juga mebaca berita yang tersebar di media cetak lokal Bali, terkait kematian menantuku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">” wah, Pak Nyoman, saya membaca di koran tentang kematian menantu bapak, kenapa sampai bisa diberitakan seperti itu&#8230;.??? seolah-olah mencemarkan nama baik keluarga saja, mereka (media red.) tidak menjaga privasi orang lain !! !!! tanya seorang kerabat padaku..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">”Biarkan saja,</span><span lang="IN"> itu hal biasa-biasa saja mungkin itu yang baik untuk mereka agar oplah penjualan berita mereka naik” demikian kilahku pada semua orang yang mengunjungiku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">“Terima kasih Tuhan demikian bisikku” ternyata tetangga menerima baik apa yang dialami menantuku. Kematian adalah hal yang wajar, sebab semua orang akan mati walaupun diakibatkan oleh AIDS. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Hari-hari pun bersinar cerah dalam keluarga kami. Aku ditemani Suki &amp; Planet yang menjadi aktivis HIV &amp; AIDS di Lovina. Selalu memberikan motivasi, bahwa hidup ini harus dijalani bagai air yang mengalir di sungai, toh akan mengalir ke laut juga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Anakku menerima hasil positif hasil tes darah, sedangkan cucuku satu-satunya mendapatkan test negatif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Dengan statusnya yang HIV Positif anakku akan menjalani kehidupannya yang penuh tantangan. Dan ia pun meninggalkan kota kelahirannya menuju Denpasar. “Bapak! Ikha mau ke Denpasar, Gek Dinda akan saya titipkan dengan bapak dan Ibu dirumah, tiang mohon doa restunya agar di Denpasar tiang mendapatkan pekerjaan yang layak untuk masa depan Dinda”, demikian pintanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Saat rona merah di ufuk barat dan matahari akan tenggelam, dan burung-burung terbang ke barat menuju lembayung senja. Sejenak sebelum aku memberikan jawaban terlintas di benakku bahwa kita tak ubahnya bagai burung-burung itu, pagi-pagi mencari makan dan sore mereka kembali ke sarangnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Kemudian akupun memberikan jawaban kepada anakku, “Kamu boleh saja pergi merantau tapi kamu harus ingat anakmu yang merupakan buah hati antara kamu dan almarhum suamimu, dengan status HIV-mu sekarang kamu akan banyak menemui tantangan dalam hidupmu, belajarlah hidup mandiri. Berbuatlah yang terbaik dan Tuhan akan selalu melindungimu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Empat <span> </span>tahun sudah Ikha tinggal di Kota Denpasar, telah terjadi perubahan yang signifikan, terutama terhadap kepercayaan diri, cara hidup dan cara pandangnya untuk menjalani hidup sebagai orang yang terinfeksi HIV. Banyak hal telah yang dia lakukan, seperti membagikan pengalaman hidupnya kepada banyak orang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Suatu ketika Ikha mengajakku untuk mengikuti sebuah konser amal di daerah Tuban. Sebelum Ikha mengajakku ia bertanya kepadaku “Apakah Bapak keberatan kalau aku memberikan kesaksian dihadapan 700 orang?” Akupun menjawab, “Kha, kamu harus mau menjadi seorang relawan karena dengan kamu memberikan kesaksian Bapak berharap itu akan mampu menggugah hati semua orang.” <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Tak terasa air mataku menetes, ketika anakku mendengarkan kesaksian dihadapan orang-orang, bersamaan dengan itu aku pun merasa bangga kepadanya. Setiap hari aku selalu memikirkan kesehatannya, Ikha adalah putriku yang paling aku sayangi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Terkadang aku sedih ketika aku harus diingatkan tentang kondisinya yang nantinya dia akan masuk ke stadium AIDS. Sebab yang ada dipikiranku AIDS tidak ada bedanya dengan kematian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Tuhan mungkin telah membuat rencana lain, tentang kehidupan keluargaku, agar hidup ini lebih berarti dan berguna di masyarakat dan orang lain. Aku pun tak berdiam diri, setelah aku mendapatkan pelatihan untuk Ohida di Pontianak akhir 2007 lalu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><span lang="IN">Aku memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas bernama Kosala Bali, yang artinya Komunitas Sayang Keluarga. Kelompok ini berdiri untuk mewujudkan lingkungan yang lebih kondusif khususnya dikeluarga untuk orang yang HIVpositif. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Singaraja, 29 April 2008,I Nyoman Sudrana, SP.</span></strong><span lang="IN"> </span><span lang="SV"><span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/07/29/hivaids/opsi-seorang-ohidha.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia</title>
		<link>http://widari.com/2008/07/25/hivaids/jaringan-orang-terinfeksi-hiv-indonesia.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/07/25/hivaids/jaringan-orang-terinfeksi-hiv-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 05:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>

		<category><![CDATA[hiv]]></category>

		<category><![CDATA[jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[terkait dengan terbentuknya Jaringan Orang Terinfeksi HIV indonesia yang di singkat JOTHI. berikut ini saya lampirkan beberapa kliping media terkait dengan JOTHI.
WASPADA ONLINE
Stigma terhadap Pengidap HIV Diharapkan Segera Hilang
(JAKARTA) - Stigma atau diskriminasi di berbagai bidang kehidupan yang dialami oleh pengidap HIV selama ini diharapkan dapat segera hilang seiring dengan semakin banyaknya lembaga yang memperjuangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p>terkait dengan terbentuknya Jaringan Orang Terinfeksi HIV indonesia yang di singkat JOTHI. berikut ini saya lampirkan beberapa kliping media terkait dengan JOTHI.</p>
<p>WASPADA ONLINE</p>
<p>Stigma terhadap Pengidap HIV Diharapkan Segera Hilang</p>
<p>(JAKARTA) - Stigma atau diskriminasi di berbagai bidang kehidupan yang dialami oleh pengidap HIV selama ini diharapkan dapat segera hilang seiring dengan semakin banyaknya lembaga yang memperjuangkan penghilangan diskriminasi itu.</p>
<p>Jaringan Orang Terinveksi HIV Indonesia (JOTHI) dalam diskusi yang berlangsung di Jakarta, menyatakan saat ini diskriminasi dan pengenaan stigma terhadap pengidap HIV masih berlangsung karena berbagai sebab.<span id="more-117"></span></p>
<p>&#8220;Jothi yang baru saja terbentuk pada 9 Juli 2008 memang memiliki visi dan misi untuk mengkritisi dan memberikan advokasi terhadap kasus diskriminasi atau pengenaan stigma terhadap pengidap HIV,&#8221; kata Pengurus Jothi Iman Permana.</p>
<p>Ia menjelaskan jaringan ini sudah lama dipersiapkan sejak dua tahun yang lalu.</p>
<p>&#8220;Sesuai visi kami yakni penegakan HAM untuk orang yang terinfeksi HIV tanpa stigma dan diskriminasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Iman menjelaskan selain hal itu, organisasi tersebut juga akan memberikan masukan pada seluruh pemegang kepentingan dalam penanggulangan HIV untuk melibatkan pengidap HIV agar program yang ada lebih mengena pada sasaran.</p>
<p>Sementara itu Deputi Program Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dr. Vonny J Silfanus tadi pagi mengatakan pihaknya menyambut baik berdirinya Jothi dan dapat menjadi mitra dalam penanganan HIV di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Memang jumlah diskriminasi sudah jauh berkurang termasuk dalam pelayanan kesehatan, namun memang harus diakui masih ada. Itu karena masih ada tenaga medis yang belum paham mengenai penanganan pasien yang mengidap HIV,&#8221; katanya.</p>
<p>Vonny mengatakan saat ini sudah ada sekitar 235 rumah sakit di seluruh Indonesia yang memiliki kapabilitas untuk memberikan layanan kesehatan bagi pasien yang mengidap HIV.</p>
<p>Aktivis Jothi, Andreas dan Imanuddin mengatakan beberapa pengalaman perlakuan tidak menyenangkan masih dialami beberapa kali.</p>
<p>&#8220;Saya pernah ke poliklinik gigi dan menyatakan status saya yang mengidap HIV, nyatanya saya dilempar ke sana dan sini sebelum diperiksa gigi saya,&#8221; keluh Imanuddin.</p>
<p>Karenanya, melalui Jothi, Iman berharap sejumlah kebijakan dari berbagai pemangku kebijakan yang dinilai mendiskriminasikan pengidap HIV dapat diawasi dan dikritisi oleh organisasi yang sudah berdiri di 27 provinsi dari 33 provinsi yang ada.(pas)</p>
<p>Jejaring ODHA Tingkatkan Penanggulangan HIV/AIDS (kompas)</p>
<p>JAKARTA, JUMAT - Salah satu cara menanggulangi HIV/AIDS adalah melibatkan orang terinfeksi HIV dalam program penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Mereka diharapkan dapat memberdayakan diri dan memberi masukan untuk membenahi masalah struktural terkait HIV/AIDS.</p>
<p>&#8220;Jejaring orang-orang yang terinfeksi HIV perlu diperkuat untuk ikut dalam penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS, &#8221; kata pengurus Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI) Iman Permana dalam diskusi bertema Peranan JOTHI dalam Melakukan Perubahan untuk Mencapai Keadilan, di rumah makan Omah Sendok, Jakarta, Jumat (18/7).</p>
<p>Saat ini orang terinfeksi HIV masih merasakan rendahnya akses kesehatan, kuantitas dan kualitas, baik dari segi sarana maupun prasarana, termasuk sering terhentinya ketersediaan dan distribusi obat an tiretroviral (ARV), penolakan terhadap pasien HIV di rumah sakit-rumah sakit, penyangkalan hak untuk mendapat pekerjaan yang layak, belum dijamin dalam asuransi kesehatan.</p>
<p>&#8220;Beberapa masalah lain adalah, lemahnya program-program penanggulangan AIDS oleh lembaga donor, belum adanya sinergi program dan pendanaan, lemahnya kendali hukum dalam membela posisi orang yang terinfeksi HIV, pemanfaatan kelompok orang terinfeksi HIV sebagai alat untuk mendapat pendanaan oleh lembaga swadaya masyarakat tertentu,&#8221; ujar Iman.</p>
<p>Selain itu, sistem penjara yang tidak mengakomodir kebutuhan pelayanan kesehatan bagi narapidana dengan HIV/AIDS menambah kontribusi terhadap jumlah infeksi baru. Penularan HIV/AIDS di lembaga-lembaga pemasyarakatan atau lapas kian mengkhawatirkan dan terjadi antara narapidana yang satu dengan yang lain. Narapidana yang terinfeksi HIV juga tidak mendapat layanan yang memadai, terutama akses terhadap obat ARV.</p>
<p>Melihat kenyataan pentingnya pelibatan orang terinfeksi HIV, pada awal tahun 2006, pemerintah menerbitkan peraturan presiden Nomor 75 tahun 2006 yang menjelaskan bahwa Jaringan Nasional orang terinfeksi HIV sebagai anggota Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). &#8220;Sampai akhir tahun 2006, belum ada jaringan yang dibutuhkan untuk mengisi tempat itu. Jejaring itu baru terbentuk pada 9 Juli lalu,&#8221; kata Iman.</p>
<p>Menurut Deputi Program Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Fonny J Silfanus KPA Nasional menyiapkan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Nasional (APBN) serta bantuan luar negeri untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat. Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2007 tentang penanggulangan AIDS di daerah dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Untuk membenahi masalah tersebut, kata dr Vonny, kini Depkes sedang membahas mengenai perubahan sistem distribusi ARV. Rencananya, Depkes akan mengontrol  langsung ketersediaan ARV di dinas kesehatan provinsi selama enam JAKARTA, JUMAT - Sering terhentinya distribusi dan kosongnya stok obat antiretro viral (ARV) dinilai karena ada masalah dengan sistem distribusi. Hal itu diungkapkan Deputi Program Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dr Vonny J Silvanus dalam konferensi pers peranan jaringan ODHA Nasional di Jakarta, Jumat (18/7).</p>
<p>Dr Vonny mengatakan, sejak 2004 distribusi ARV menggunakan stok dari pusat, jadi Depkes mendistribusikan secara langsung ke RS yang dituju. Akibatnya, di beberapa daerah ARV sering kosong karena terlambat datang. Selain itu, pihak RS sering terlambat meminta stok ARV ke Depkes. &#8220;Jadi meskipun ARV-nya gratis, tapi kalau terlambat datang bisa bahaya bagi penderita AIDS,&#8221; kata dr Vonny.</p>
<p>Menurutnya, pengidap AIDS harus minum ARV setiap 12 jam sekali seumur hidup. Jika berhenti mengonsumsi, virus HIV akan kebal terhadap obat dan penderita harus minum dalam dosis yang lebih tinggi.<br />
bulan berikutnya. Dari dinas kesehatan provinsi baru ARV dikirimkan ke rumah sakit yang ditunjuk memberikan pelayanan kepada pengidap AIDS.  Sistem distribusi ini akan dimulai dalam waktu dekat.</p>
<p>Media Indonesia<br />
Rentang 3 Bulan, Ditemukan 791 Kasus HIV/AIDS<br />
JAKARTA (MI): Departemen Kesehatan didesak untuk memperbaiki dan membenahi sistem distribusi obat antiretroviral atau ARV yang digunakan untuk terapi pengidap HIV/AIDS dengan melibatkan dinas kesehatan di tiap provinsi dan juga pembiayaan dari APBD.<br />
Jaringan Orang Terinveksi HIV Indonesia (JOTHI) dan Deputi Program Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Vonny J Silfanus menyampaikan hal tersebut dalam sebuah diskusi tentang penanggulangan HIV/AIDS di Jakarta, kemarin.<br />
&#8220;Saat ini timbul kekhawatiran di antara rekan-rekan yang sudah mengikuti terapi ARV atas menipisnya persediaan obat tersebut. Padahal obat tersebut sangat besar artinya bagi orang yang hidup dengan HIV,&#8221; kata pengurus JOTHI, Iman Permana.<br />
Kekhawatiran tersebut beralasan karena bila seorang pengidap HIV yang telah mengikuti terapi ARV untuk jenis lini satu terlambat meminum obat tersebut bisa mengakibatkan kekebalan terhadap obat dan membuatnya harus meminum ARV jenis lini dua yang lebih mahal dan belum bisa diproduksi di dalam negeri.<br />
&#8220;Bila sampai terlambat meminumnya, akan menjadi resistance (kebal) dan harus naik ke obat lini dua yang lebih mahal,&#8221; tambah Vonny.<br />
Menurutnya, dalam pendistribusian ARV terdapat dua sisi yang harus diperhatikan. Dua hal itu koordinasi di tingkat pusat, dalam hal ini Depkes, dan di daerah, yaitu sekitar 235 rumah sakit yang sudah melayani terapi ARV. Dijelaskan, pihak Komisi Penanggulangan AIDS Nasional telah memberikan masukan agar ketersediaan ARV di tingkat nasional dalam rentang enam bulan, sedangkan di daerah dalam rentang dua bulan.<br />
Vonny mengatakan, dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah akan menyediakan stok penyangga yang diletakkan di tiap dinas kesehatan (dinkes) daerah. &#8220;Obat ARV yang ditaruh di dinkes minimal merupakan persediaan ARV selama enam bulan.&#8221; (Tlc/H-1)</p>
<p>Group to help govt tackle HIV/AIDS<br />
Desy Nurhayati, The Jakarta Post, Jakarta</p>
<p>Founders of a newly established group of people living with HIV/AIDS say they want to help the government address the HIV/AIDS problem in the country.<br />
The Indonesian Network of People Living with HIV (JOTHI) was established on July 9 with the aim of upholding the rights of infected people.<br />
On Friday, JOTHI representative Iman Permana said the group would give HIV/AIDS patients the chance to voice their opinions to the government and to participate in various advocacy activities, including fighting the stigma and discrimination faced by patients.<br />
&#8220;AIDS is not only a health problem. It has become a social and cultural issue because of the stigma and discrimination against infected people,&#8221; Iman said.<br />
&#8220;We want to be more than just a symbol in a counseling or discussion session on HIV/AIDS. We want to be involved to fulfill our rights as human beings.&#8221;<br />
Fonny Silfanus, deputy program director of the National Commission on HIV/AIDS, said the commission supported the new group and welcomed it as part of joint efforts in dealing with HIV/AIDS.<br />
&#8220;We appreciate the establishment of JOTHI because our efforts in tackling HIV/AIDS have yet to yield significant results. We need to cooperate with the &#8216;key population&#8217; &#8212; the people living with HIV/AIDS &#8212; so they can also play vital roles in the issue,&#8221; she said.<br />
She acknowledged there was widespread discrimination against infected people, even from health officials.<br />
&#8220;HIV/AIDS patients still get rejected by health workers in hospitals and clinics,&#8221; she said.<br />
She added the Health Ministry and the commission had conducted more campaigns on HIV/AIDS and provided a universal precaution guide for health workers to help end the discrimination. There are currently 230 hospitals available to treat people with HIV/AIDS.<br />
Between January and March 2008, there were 64 new cases of HIV infection and 727 new cases of AIDS infection. Of the 791 patients, 121 have since died.<br />
Some 212 cases were reported in West Kalimantan, with 160 in West Java and 68 in east Java.<br />
The new cases have brought the national total of HIV/AIDS cases to 17,998 cases &#8212; 6,130 HIV infections and 11,868 AIDS infections &#8212; in the period between July 1, 1987, and March 31, 2008. A total of 2,486 people have died during this period.<br />
Andreas, one of JOTHI&#8217;s founders, said another problem faced by HIV/AIDS patients was restricted access to antiretroviral drugs.<br />
&#8220;Hopefully, through JOTHI, we can get easier access to antiretroviral drugs by lobbying the parties responsible for the procurement of the drugs, and so ensure a continuous supply,&#8221; he said.<br />
&#8220;The drugs are crucial. We need to keep taking them for the rest of our lives. Unfortunately, it is very difficult to get an uninterrupted supply.&#8221;<br />
Fonny called on the government to provide better management in the procurement and distribution of antiretroviral drugs.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/07/25/hivaids/jaringan-orang-terinfeksi-hiv-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;I trust you Bi..&#8221;</title>
		<link>http://widari.com/2008/07/18/my-supersonic/i-trust-you-bi.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/07/18/my-supersonic/i-trust-you-bi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 05:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Supersonic]]></category>

		<category><![CDATA[Supersonic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Perempuanku kembali berdiri
perempuanku merasakan angin berhembus menerpa wajahnya
Angin yang menuntunnya
Menuju masa depan penuh arti
Ya, Perempuanku  percaya janjimu
Janjimu  memberikan aku keberanian
walupun badai dihadapkan pada cinta kita
Cinta Kita akan terus menghadang
dan Cinta Perempuanku akan terus tumbuh
karena Perempuanku percaya padamu 
Bi…I Trust You
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Perempuanku kembali berdiri<br />
perempuanku merasakan angin berhembus menerpa wajahnya<br />
Angin yang menuntunnya<br />
Menuju masa depan penuh arti</span></p>
<p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Ya, Perempuanku  percaya janjimu</span></p>
<p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Janjimu  memberikan aku keberanian</span></p>
<p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">walupun badai dihadapkan pada cinta kita</span></p>
<p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Cinta Kita akan terus menghadang</span></p>
<p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">dan Cinta Perempuanku akan terus tumbuh</span></p>
<p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">karena Perempuanku percaya padamu </span></p>
<p style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="font-family: &quot;Comic Sans MS&quot;;">Bi…I Trust You</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/07/18/my-supersonic/i-trust-you-bi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan&#8221;ku&#8221; Part # 3</title>
		<link>http://widari.com/2008/06/26/apa-aja-deh/perempuanku-part-3.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/06/26/apa-aja-deh/perempuanku-part-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 08:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Apa Aja Deh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Tertunduk sedih Perempuanku. Hanya terdiam renungkan semuanya. Lama jiwanya tenggelam dalam diam. Masih bingung harus bagaimana dalam dunia yang begitu diskriminatif ini, meskipun telah banyak sabar yang ia semai.
Perempuanku berjalan di jejak kelabu, meskipun tertatih ia tetap menenun asa. Desir angin membelai tubuh perempuanku. membisikkan nada-nada mempesona, agar dirinya kembali merajut asa dan cinta dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p>Tertunduk sedih Perempuanku. Hanya terdiam renungkan semuanya. Lama jiwanya tenggelam dalam diam. Masih bingung harus bagaimana dalam dunia yang begitu diskriminatif ini, meskipun telah banyak sabar yang ia semai.</p>
<p>Perempuanku berjalan di jejak kelabu, meskipun tertatih ia tetap menenun asa. Desir angin membelai tubuh perempuanku. membisikkan nada-nada mempesona, agar dirinya kembali merajut asa dan cinta dalam meski dalam alunan kepiluan.</p>
<p><em>My room. Big Thanks for. dr.Okanegara and specialy for my dear</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/06/26/apa-aja-deh/perempuanku-part-3.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Let`s Join with Us</title>
		<link>http://widari.com/2008/06/19/penting/lets-join-with-us.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/06/19/penting/lets-join-with-us.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 18:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Penting]]></category>

		<category><![CDATA[Kisara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p><a href="http://widari.com/wp-content/uploads/2008/06/antai_madat_2008.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-110" title="antai_madat_2008" src="http://widari.com/wp-content/uploads/2008/06/antai_madat_2008-300x166.jpg" alt="" width="300" height="166" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/06/19/penting/lets-join-with-us.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta &#8220;satu paket&#8221;</title>
		<link>http://widari.com/2008/06/12/hivaids/cinta-satu-paket.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/06/12/hivaids/cinta-satu-paket.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 08:25:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Nyambung postingan aku &#8216;Ini bukan pooling, Just need your comment&#8221;. Setelah melihat, menimbang dan memutuskan..  , akhirnya jadi juga postingan satu ini Cinta &#8220;satu paket&#8221;. HIV bukan akhir dari segalanya, dunia tak musti kiamat dong meskipun menjadi orang yang hidup dengan HIV.
Tapi&#8230;memang orang yang mau menerima orang dengan HIV menjadi pasangan hidupnya, pasti sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p>Nyambung postingan aku &#8216;Ini bukan pooling, Just need your comment&#8221;. Setelah melihat, menimbang dan memutuskan.. <img src='http://widari.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> , akhirnya jadi juga postingan satu ini Cinta &#8220;satu paket&#8221;. HIV bukan akhir dari segalanya, dunia tak musti kiamat dong meskipun menjadi orang yang hidup dengan HIV.<span id="more-109"></span></p>
<p>Tapi&#8230;memang orang yang mau menerima orang dengan HIV menjadi pasangan hidupnya, pasti sudah tahu konsekuensi yang harus dijalaninya. Salah satunya keluarga. karena belum semua keluarga &#8220;open mind&#8221; dengan hal seperti ini. Apalagi buat masyarakat Bali yang notabene &#8220;Anak&#8221; adalah hal nomor satu sebagai penerus dinasty. tapi bukan berarti semua keluarga di Bali seperti itu kan&#8230;.????!!!</p>
<p>Kadangkala saya berfikir, ketika seseorang jujur kepada pasangan dan keluarga pasangannya terkait statusnya sebagai orang HIV bukannya akan jauh lebih baik ketika kejujuran itu diungkap. Meskipun tetap nggak diterima juga oleh keluarganya meskipun orang itu sudah mati-matian jujur mengungkapkan status di tambah berkampanye ria dengan keluarga pasangannya tentang bagaimana penularan, pencegahannya bla..bla&#8230;bla..</p>
<p>Contoh kasus : seorang perempuan yang HIV positif jujur mengungkap statusnya dengan sang pacar. dan sang pacar menerima. sebut saja si perempuan itu &#8220;Y&#8221; dan si pacar &#8220;Z&#8221;. Si Z menerima si Y apa adanya, meskipun dia terinfkesi HIV.</p>
<p>Nah&#8230;dulunya, sebelum si Z jalan bareng si Y, Z sudah pernah pacaran dengan beberapa orang cewek ( karena si Z belum berubah orientasi seksnya&#8230; <img src='http://widari.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Dan, sudah melakukan hubungan seksual juga dengan cewek-ceweknya itu tanpa menggunakan pengaman ( condom). dan si Z sendiri belum pernah sama sekali melakukan tes darah untuk HIV dan AIDS.</p>
<p>Padahal kalau dipikir lagi&#8230;.( kebanyakan mikirnya yach&#8230; <img src='http://widari.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), si Z, juga beresiko tertular HIV dong&#8230;.??? kalau dia gonta-ganti cewek terus&#8230;??????. Kan, secara fisik kalau orang dengan HIV nggak bisa dibedain dengan orang yang HIV negatif. tapi karena si Z belum pernah tes, jadi dia merasa dia baik-baik saja. begitu pula tanggapan keluaraga Z tentang si Z.</p>
<p>Dan keluarga si Z, nggak mau nerima si Y yang sudah jujur dan blak-blakan dengan statusnya&#8230; dengan alasan belum <strong>siap</strong>. dan menginginkan yang terbaik buat anaknya. jadi si Y harus meninggalkan si Z.</p>
<p>Complicated memang&#8230;.tapi kalau keluarga si Z mau sedikit saja mengerti tentang Hak Asasi Manusia ( HAM), pasti mereka akan paham dan mengerti. Dan si keluarga Z juga harus tahu dong kalau anaknya sudah cinta mati sama si Y, dan cinta itu tidak bisa dipaksakan kan&#8230;???</p>
<p>Mencintai seseorang meskipun ia seorang yang HIV positif tentunya harus menerima semua yanga ada dalam dirinya, dan aku menyebutnya Cinta &#8220;satu paket&#8221;. Dan kejujuran itu adalah hal yang sangat penting buat semua orang. Meskipun kadang kejujuran itu memiliki konsekuensi, baik dan buruk.</p>
<p>&#8220;Life must go on dude&#8230;&#8221;  meskipun pahit dan perih kehidupan ini harus tetap dijalani. bukan begitu&#8230;.????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/06/12/hivaids/cinta-satu-paket.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ini bukan Pooling&#8230;., Just need your comment</title>
		<link>http://widari.com/2008/05/26/apa-aja-deh/ini-bukan-pooling-just-need-your-comment.html</link>
		<comments>http://widari.com/2008/05/26/apa-aja-deh/ini-bukan-pooling-just-need-your-comment.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 07:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikha Widari</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Apa Aja Deh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widari.com/2008/05/26/apa-aja-deh/ini-bukan-pooling-just-need-your-comment.html</guid>
		<description><![CDATA[Ok, ini bukan pooling cuma pengen nanya sama semua orang yang blog walking ke widari.com.
Ini contoh kasus aja ya&#8230;
Jika ada seseorang dan anda jatuh hati alias jatuh cinta padanya dan pada saat itu orang tersebut berkata jujur &#8221; aku HIV Positif &#8220;
Beberapa temen bilang
1. &#8220;Sebaiknya aku nggak usah tau statusnya sekalian daripada harus tau.&#8221; (ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img style='float: left; margin-right: 10px; border: none;' src='http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=0dfb74786cc7025d04d066c476cd8a05&amp;default=http://use.perl.org/images/pix.gif' alt='No Gravatar' width=40 height=40/><p>Ok, ini bukan pooling cuma pengen nanya sama semua orang yang blog walking ke widari.com.</p>
<p>Ini contoh kasus aja ya&#8230;</p>
<p><strong>Jika ada seseorang dan anda jatuh hati alias jatuh cinta padanya dan pada saat itu orang tersebut berkata jujur &#8221; aku HIV Positif &#8220;</strong></p>
<p>Beberapa temen bilang<br />
1. &#8220;Sebaiknya aku nggak usah tau statusnya sekalian daripada harus tau.&#8221; (ketika sudah tahu Pingsan! Shock?)<br />
2. &#8220;Kejujuran itu penting menurutku, dan &#8220;<strong>dia tahu</strong>&#8221; apa yang dia lakukan.&#8221;</p>
<p>Apa yang akan anda lakukan dan menurut anda ( ceile&#8230;bahasa gw nok&#8230;.!!!) sebaiknya seperti apa&#8230;??</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widari.com/2008/05/26/apa-aja-deh/ini-bukan-pooling-just-need-your-comment.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
