Widari
Archive for the 'Dinda' Category
03 23rd, 2008

“ogek sayang ibu…” aku membaca secarik kertas yang disodorkan Dinda kepadaku…terlihat jelas itu adalah tulisan dinda sendiri dengan pensil diatas selembar kertas memo warna pink..
aku pun menuliskan “ibu sayang ogek, sayang banget….” dan menyodorkan kertas itu ke Dinda…
aku lihat senyum manis Dinda mengembang dari bibir mungil Dinda…setelah membaca kertas yang aku sodorkan…
dinda menutup memo itu dan meletkkannya di bawah bantalnya…
dalam hati aku berfikir..”ya Tuhan…berikan aku kekuatan untuk aku bisa menemani putriku hingga ia dewasa kelak…”
dear Dinda, you are my daughter
you are so precious and sweet
so rise your head, my daugther..
and show your miracle..,to everyone..
i love you…
my room,23 Maret 08
03 19th, 2008


Happy bday ya…Ogek…
tak ada hal yang terindah, kalau liat DInda lagi senyum buat ibu…
cinta dan sayang ibu buat Dinda…
i love you…
my room 20 Maret 2008, buat penyemangat hidup aku,Dinda
02 3rd, 2008
Cantik,putih,rambut lurus,gigi ompong, namanya I Gusti Ayu Dinda Vidyani. sering di panggil ogek atau ogek Dinda. anak perempuanku ini kini bersekolah di SD Tri Amerta,kelas 1B, sekarang sudah masuk ke semester dua.
Dinda sudah ditinggal oleh Ajik (panggilan untuk ayah ) tercintanya semenjak ia berusia 3 tahun…,artinya sudah empat tahun sudah ia menjadi seorang yatim….
dinda kini tinggal dengan kedua orangtuaku di Bali Utara.
Pernah suatu malam, ketika aku pulang kampung ke Bali Utara tepatnya di Singaraja, karena untuk menafkahi anakku aku tinggal dan bekerja di Denpasar.
Sebelum tidur,anakku seperti biasa menjalani ritual berdoa sebelum tidur. iseng aku tanya ” Gek…apa sih doanya…??
ogek menjawab sekenanya ” yang pertama ya tuhanku berikanlah kesehatan untuk Ibu Ika, Ibu Cantik (panggilan untuk ibuku),buat Bapak (panggilan ogek untuk Bapakku),Agus,tante Dwi,tante Tri (Agus,Dwi dan Tri adalah adik-adikku), yang kedua ya tuhannku aku mohon supaya Ajik hidup lagi…”
Aku kaget mendengar ucapan anakku seperti itu. aku berusaha untuk tidak meneteskan air mataku didepannya. aku menatap langit-langit kamarku,berusaha agar air mata ini tidak meleleh mengalir ke kedua pipi cekungku..
aku mengajak Dinda untuk beranjak tidur,tanpa aku bertanya kenapa ia berdoa seperti itu, aku tak mau lagi mengungkit rasa rindu dinda pada ajiknya.
setelah Ogek tertidur,aku berfikir tentang arti dari apa yang ada dalam doa anakku itu. mungkin ogek kangen dengan sosok ayahnya, yang ia ketahui telah meninggal.
dan kemudian akupun teridur disamping anakku tercinta, I Gusti Ayu Dinda Vidyani.











