Widari

Where pink butterfly telling a story
No Gravatar

Nyambung postingan aku ‘Ini bukan pooling, Just need your comment”. Setelah melihat, menimbang dan memutuskan.. :P , akhirnya jadi juga postingan satu ini Cinta “satu paket”. HIV bukan akhir dari segalanya, dunia tak musti kiamat dong meskipun menjadi orang yang hidup dengan HIV.

Tapi…memang orang yang mau menerima orang dengan HIV menjadi pasangan hidupnya, pasti sudah tahu konsekuensi yang harus dijalaninya. Salah satunya keluarga. karena belum semua keluarga “open mind” dengan hal seperti ini. Apalagi buat masyarakat Bali yang notabene “Anak” adalah hal nomor satu sebagai penerus dinasty. tapi bukan berarti semua keluarga di Bali seperti itu kan….????!!!

Kadangkala saya berfikir, ketika seseorang jujur kepada pasangan dan keluarga pasangannya terkait statusnya sebagai orang HIV bukannya akan jauh lebih baik ketika kejujuran itu diungkap. Meskipun tetap nggak diterima juga oleh keluarganya meskipun orang itu sudah mati-matian jujur mengungkapkan status di tambah berkampanye ria dengan keluarga pasangannya tentang bagaimana penularan, pencegahannya bla..bla…bla..

Contoh kasus : seorang perempuan yang HIV positif jujur mengungkap statusnya dengan sang pacar. dan sang pacar menerima. sebut saja si perempuan itu “Y” dan si pacar “Z”. Si Z menerima si Y apa adanya, meskipun dia terinfkesi HIV.

Nah…dulunya, sebelum si Z jalan bareng si Y, Z sudah pernah pacaran dengan beberapa orang cewek ( karena si Z belum berubah orientasi seksnya… :D ). Dan, sudah melakukan hubungan seksual juga dengan cewek-ceweknya itu tanpa menggunakan pengaman ( condom). dan si Z sendiri belum pernah sama sekali melakukan tes darah untuk HIV dan AIDS.

Padahal kalau dipikir lagi….( kebanyakan mikirnya yach… :D ), si Z, juga beresiko tertular HIV dong….??? kalau dia gonta-ganti cewek terus…??????. Kan, secara fisik kalau orang dengan HIV nggak bisa dibedain dengan orang yang HIV negatif. tapi karena si Z belum pernah tes, jadi dia merasa dia baik-baik saja. begitu pula tanggapan keluaraga Z tentang si Z.

Dan keluarga si Z, nggak mau nerima si Y yang sudah jujur dan blak-blakan dengan statusnya… dengan alasan belum siap. dan menginginkan yang terbaik buat anaknya. jadi si Y harus meninggalkan si Z.

Complicated memang….tapi kalau keluarga si Z mau sedikit saja mengerti tentang Hak Asasi Manusia ( HAM), pasti mereka akan paham dan mengerti. Dan si keluarga Z juga harus tahu dong kalau anaknya sudah cinta mati sama si Y, dan cinta itu tidak bisa dipaksakan kan…???

Mencintai seseorang meskipun ia seorang yang HIV positif tentunya harus menerima semua yanga ada dalam dirinya, dan aku menyebutnya Cinta “satu paket”. Dan kejujuran itu adalah hal yang sangat penting buat semua orang. Meskipun kadang kejujuran itu memiliki konsekuensi, baik dan buruk.

“Life must go on dude…” meskipun pahit dan perih kehidupan ini harus tetap dijalani. bukan begitu….????

7 Responses to “Cinta “satu paket””
  1. ianbaliNo Gravatar Says:

    ketika Z memilih Y, dia pasti udah tau konsekuensinya. adalah anugrah bagi Y ketika tau ada orang lain yang mau menerima apa adanya walau itu adalah sebuha kekuarangan.

    selamat ya

  2. okanegaraNo Gravatar Says:

    yup.life must go on. gimana jadi nonton changcutters di hardrock? ngantuk puk..

  3. kefany, klk.No Gravatar Says:

    Bukannya doktr2 the skarang uda canggih bisa bikin keturunan dari ODHA kagak kena HIV,jadi dinasty Y bisa terselamatkan. Apapun itu pasti ada resikonya. Walo karang married ma orang yang HIV NeGative, tapi kali aj, baru beberapa lama, ternyata salah atunya selingkuh tYus pabuntutnya alhasil kena HIV !
    Kata guRuku, setiap mau ngambil pilihan, jangan minta restu OrtU aja, minta Restu Ma yang DI ATAS juga! bLiau pasti ngasi yang Terbaik! Bukannya ga mungkin dunk, Tuhan pengen Qt tuh jadi perpanjangan tangannya buat nolong si Y agar merasa lebih baik (sCr mental). Nambah pahala dunk, bu… (he3)
    Mba Ike, kapan2 qt ktemoe lagi yawh!!!!

  4. kefany, klkNo Gravatar Says:

    mba, ikut dunk nonton changcuteters!!!!

  5. Gung De di Rumah BaruNo Gravatar Says:

    Kenyataan harus dihadapi.
    Berani memilih “Y” berani pula mempertahankan dengan selalu memberikan penjelasan yang logis untuk mempertahankannya.
    *jadi inget dulu waktu masih pacaran dengan mantan pacar (istri maksudnya)*
    :)

  6. aksikecilNo Gravatar Says:

    halo mba ike. salam kenal. blognya buagus buanget headernya. pasti dibikinin pacar ya. saya pesen satu paket cintanya ya mba.

  7. Ikha WidariNo Gravatar Says:

    @ Ianbali :wah…,lebih tepat kalao Tatwamasi ian…,kamua adalah aku, aku adalah kamu. jadi bisa menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain.
    @ Okanegara : nggak perlu jauh2 nonton Cangcuters dok…, Saylow mukanya udah mirip vokalis cangcuters koq.. :P
    @Kefany: kapan kita pernah ketemuan yach….?? aku lupa nok…..
    @Gung De di Rumah Baru : Pokoknya Maju terus pantang mundur…!!! Merdeka !!!
    @ Aksikecil :salam kenal juga aksikecil, tau aja header blogkku dibikinin pacarku…hwe… :D
    nanti pesanan paket cintanya saya anter ke subak dalem…

Leave a Reply


Bali Blogger Community Blog Kisara Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Pages

Widari Photostream

That`s Big

I Need Sendok

????

Ayo tebak..?? yang hamil yang mana..

Big Family

@ rumah kaca

PDKT

chairs

Dingin

More Photos