Widari

Where pink butterfly telling a story
No Gravatar

Ok, ini bukan pooling cuma pengen nanya sama semua orang yang blog walking ke widari.com.

Ini contoh kasus aja ya…

Jika ada seseorang dan anda jatuh hati alias jatuh cinta padanya dan pada saat itu orang tersebut berkata jujur ” aku HIV Positif “

Beberapa temen bilang
1. “Sebaiknya aku nggak usah tau statusnya sekalian daripada harus tau.” (ketika sudah tahu Pingsan! Shock?)
2. “Kejujuran itu penting menurutku, dan “dia tahu” apa yang dia lakukan.”

Apa yang akan anda lakukan dan menurut anda ( ceile…bahasa gw nok….!!!) sebaiknya seperti apa…??

32 Responses to “ini bukan Pooling…., Just need your comment”
  1. TriNo Gravatar Says:

    Wadoh…It’s Complicated

    Ehhmm…
    Gak pernah nieh gw pnya masalah seperti ini, but it’s reality of life
    I think and i fell be honest ajalah, karena mang cuma kejujuran jlan terbaik kita menjadi bijak,
    sotoy yak !!

  2. Pautu LeloNo Gravatar Says:

    Ok, be’ibeh I’m so drunk you can say whatever you want to say! Now gimme a big kiss! Just kidding, back to topic. Menurut saya dia nggak boleh cuma bilang “Aku HIV Positif” aja dong. Syukur-syukur misalkan saya tahu banyak tentang HIV, kalau tidak? Seperti kebanyakan orang yang nggak begitu tahu tentang HIV, Dik Widari pasti bisa tebak khan reaksi mereka… (pasti pingsan tuju keliling mereka).

    Saya pernah dalam posisi ini,… awalnya saya nggak begitu tahu tentang HIV. Tapi kembali lagi, sebuah hubungan diawali dengan rasa “percaya”. Dia mengatakan “Aku HIV Positif” dengan terus terang karena dia sayang sama saya dong, dia akan melindungi saya, membuat saya yakin apa yang musti dilakukan & apa yang nggak bisa dilakukan ketika menjalin hubungan. Kitika saya ter-edukasi there will be no fear.

    Tapi saya pernah berpikir, sebaiknya saya tidak tahu dari awal. Tapi itu sebuah kesalahan. Saya memilih tahu dan mengerti lebih detail.

    Terima kasih sudah buat postingan ini ya Dik Widari.

    Salam dari penggemar anda di Pulau Rote.

  3. okanegaraNo Gravatar Says:

    ketika kita sepakat untuk mencintai seseorang, itu artinya sudah sebijaknya dengan semua paket yang ada pada dirinya, statusnya dan masa lalunya…bila belum sampai ke tahap itu berarti sebuah proses masih berjalan dan semoga baiklah hasilnya

  4. aLeNo Gravatar Says:

    No comment ^^ *ga bs bayangin*

  5. lelaki elangNo Gravatar Says:

    to love is a total commitment to someone
    sometime it bond people with different back ground and situation
    to love is to give something
    to have something in common
    to make someone happy
    but to be really in love …………
    you will embrace the arm of hell for someone that you love
    cross the fire, taking risk and do whatever it takes just to be one
    you may call it stupid, platonic , whatever you may say
    but i’ve been in this situation before
    i don’t say it clearly. maybe ’cause sometimes i speak in silent
    i am not good at talking,
    ill be as one with some one that i love so i can feel what she feel
    to see the world with her eyes
    to share everything
    in good or bad
    to be one
    i am you

  6. antonNo Gravatar Says:

    kadang, kejujuran memang menyakitkan. tapi dibohongi jauh lebih parah lagi.

    intinya, i love u. jg hidup dan matimu. :D

  7. Ikha WidariNo Gravatar Says:

    @ Tri : Betul banget Tri, kejujuran itu bisa mengalahkan segalanya.
    @ Putu Lelo : huaha..ha…mau dicium yach…maaf saya sudah ada yang punya jadi ngak boleh dicium orang lain …***sambil ngelirik yayang
    @ Okanegara : wahhhhh, dr.Ok`s puitis banget Nok…:D

    @ Ale : Le..kan kamu udah comment, koq bileng nggak comment.

    @ Lelaki elang : maaf sing ngerti, bisa pake bahasa Indonesia..???
    @ Anton : Betul mas Anton. i love you to. thanks for your support.

  8. ickNo Gravatar Says:

    kalau emang udah cinta mati yah…apa boleh buat… kan ujung2 juga mati?
    makanya kalau pacaran itu jangan cinta mati
    ntar kalau ditinggalin mati duluan gimana?
    mau ikutan mati? ndak kan?

    *mati2an berpikir buat nulis koment :oops:
    salam kenal nggih….

  9. balibuddyNo Gravatar Says:

    wah…. kejujuran ini memang menyesakkan, gud lak !

  10. ghozanNo Gravatar Says:

    wah susah juga yah…
    tapi kalo anda memang jatuh cinta sama seseorang kejujuran memang harus dipegang teguh walaupun betapa sakitnya kejujuran itu. daripada anda tau dari orang lain kan lebih sakit? btw salam kenal yah, tukeran link boleh? dah saya add duluan di blog saya.thanks.

  11. Gung De a.k.a RahdeNo Gravatar Says:

    Sulit juga ngejawabnya.
    Mungkin yang akan jadi parameternya : seberapa dalam cintanya.

  12. Ikha WidariNo Gravatar Says:

    @ ick : hwa..ha..kan ada orang bilang cinta sehidup semati “satu hidupsatu mati”maksudnya…ick, Thaks for your comment ye…
    @ balibuddy : kalo kejujuran itu menyesakkan “asma ” dong…:D
    @ ghozan : salam kenal juga, aku link blog km juga….
    @ Gung de : Seberapa dalem ya cintanya….??? :P

  13. dede neNo Gravatar Says:

    kalau jawabannya benar, dapet hadiah apa?? karena ini pertanyaan yang sangat sulit, lebih sulit dari Matematika, Fisika dan Kimia (*emang saya dasar bodoh…)

    Boleh saya link blog nya ya? Salam kenal…

  14. ikecekNo Gravatar Says:

    ekhm…. *cuman mangguk2 aja… sambil garuk pantat dikitlah…

  15. asepNo Gravatar Says:

    jujur itu memang jalan terbaik. tapi apakah setelah kejujuran itu terungkap semua akan baik2 saja? ya gatau sie, tergantung orangnya juga, tapi kayanya jaman sekarang dah susah nyari orang yang mau nerima apa adanya,
    kalaupun diterima pasti ada hal2 yang hilang dalam hubungan itu, ya ga?hehehe

    hari gini ngomong soal cinta shidup semati. klo mbak mau ga?hehehe

  16. bladNo Gravatar Says:

    em…
    nebeng ya,,,
    kata dokter Oka cocok tu mba.. menurut saia cinta ntu paketan. Jadi, nggak cuma terima fisiknya aja, tapi apapun yang ada di dalam dirinya. Ya sifatnya, ya masa lalunya, ya kluarganya, ya smuanya deh…
    :)
    keepmovin.

  17. Ikha WidariNo Gravatar Says:

    @ dede ne :hadiahnya,menginap di rumahmasing-masing de…:P, salam kenal juga…klo mau nge-link blog aku boleh-boleh aja…
    @ ikecek : pantatnya kurap ya cek…, sampe digaruk-garuk gt…***kabur….
    @ asep: klo aku sie, satu hidup satu mati…, masa klo pasangan kita mati, kita juga ikutan… apa kata dunia…!!!:D ntar, nambah2 kasus bunuh diri di Bali aja…
    @ Bald : ada paket hematnya nggak….???

  18. bladNo Gravatar Says:

    hehe… paket hemat n boros lengkap mba.. tinggal dipilih berdua aja… hehe

  19. antonNo Gravatar Says:

    nunggu update hasil polling. jdnya diputusn apa gimana. :p

    ayo, ke. nulis lagi. adi sepi kene. hehe..

  20. ViaNo Gravatar Says:

    saya setuju dengan “bli” dari pulau rote..tetap harus diberikan edukasi juga soal HIV itu sendiri. Karena sebenarnya tidak semenakutkan itu kan??? ODHA pun masih bisa punya keturunan yang negatif, sedangkan diabetes bisa menurun secara genetis atau buta warna yang bisa bikin gak lulus jadi pilot atau dokter (walau saya gak tau persentase peluangnya, dr. oka tolong jelasin he..he..) jadi lebih serem yang mana?
    lagi pula ODHA msih bisa seperti orang2 pada umumnya kan???
    yah intinya pernikahan itu tidak hanya menikah dengan pasangan aja tetapi juga menikah dengan keluarga, lingkungan, bahkan termasuk masa lalunya…

  21. Ikha WidariNo Gravatar Says:

    @anton: sabar mas….ntar aku nulis lagi…masih sibuk pacaran…hua..ha…..:P

  22. biyung nanaNo Gravatar Says:

    Klo Nana dpt kasus spt itu.. yang pasti reaksi pertama adalah shock. Cooling down sebentar.. baru kemudian bertanya sejarah dia bisa kena itu virus. Berhubung ini atas dasar cinta… sama2 kita hadapi berdua. Cari informasi sebanyak-banyaknya.. dan mensupport pasangan. Disitulah kekuatan cinta bisa dirasakan.

    *sok wise*

  23. ianbaliNo Gravatar Says:

    ku mencintaimu apa adanya beserta masa lalu mu dan ku akan menerima masa lalu mu seperti ku menerima mu apaadanya.

    salam wid.

  24. rizkyonlineNo Gravatar Says:

    walau bagaimanapun…kejujuran no 1

    salam kenal ya

  25. devariNo Gravatar Says:

    wakkss susah juga ya jawabnya. hmmmm
    kalo misalnya saya masih dalam tahap pacaran dan pacar saya itu dg jujur bilang dia postitif HIV, yg pastinya saya akan kaget setengah matang.

    lalu gradually saya dan dia akan berusaha menerima keadaan itu. jangka panjangnya mungkin saya berfikir beberapa kali untuk menikahinya. dg penjelasan yg pelan dan mungkin si dia juga akan mengerti.

    mencintai tidak harus memiliki, saya masih sayang dan cinta dia tapi akan menjadi totally ragu untuk menikahinya. walau begitu saya akan tetep sayang dengan cara apapun one way or another.

    saya hanya tidak ingin nanti anak2 ada resiko tertular secara otomatis karena ibunya positif.

    maaf memang tidak happy ending, tapi hanya berusaha realistic. masa pacaran adalah masa penjajakan, masa penyesuaian dan bahasa kasarnya: masa seleksi.

    cinta tidak harus memiliki kan.

  26. RahajiNo Gravatar Says:

    PRO HONESTY…

    kadang sudah jujur pun orang masi ga percaya. apalagi kalo ga jujur kalo ketahuan bisa ga di[ercaya seumur umur

    pokoknya PRO JUJUR

    you are a great women.

  27. daniNo Gravatar Says:

    kl memang si pacar baru tau status HIV pacar yg dicintainya..biasanya ada fase2 spt penolakan, timbang2..dan akhirnya keputusan..beserta segala kesadaran, keterbukaan, pemahaman risiko, warna-warninya cinta..jeg mekuah..

    bahwa kesadaran pengetahuan akan penularan hiv harusnya sudah lbh baik..sptnya hanya pertimbangan kesehatan yg layak dijadiin ukuran/pemikiran..demi kesehatan keluarga bersama.. :)
    pasti bisa..

    beh monto malu mbok..

  28. kefany, klkNo Gravatar Says:

    klo aku cinta dia stu paket!!! klo tuhan ngerestui,so what? jalani aja!

  29. ratnaNo Gravatar Says:

    klo menurut gw, jujur adalah perbuatan yang jauh lebih mulia dibanding bohong, meski nantinya akan menyakitkan namun itu kan lebih baik. Jangan hiasi hidupmu dengan kebohongan
    bila ia memang cinta padamu, ia akan menerima dirimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Temen cowo gw jg berkata jujur bahwa dy mantan pecandu sebelum dy menyatakan cinta ke gw….

  30. skdNo Gravatar Says:

    yang jelas shock mode:on
    hidup hanya sekali, kenapa harus dikorbankan juga…. nyambung ngggak ya.

  31. goldaNo Gravatar Says:

    i prefer jujur, dari awal harus dikasi tau drpd udah terlalu sayang, eh baru deh ngomong. that’s sucks.

    apakah stelah tau mau jalan terus / tidak, itu tergantung pembicaraan dan kesepakatan :)

  32. -eka-No Gravatar Says:

    jujur.. it’s ok aku setuju.
    jika aku sebagai orang yg jatuh cinta pada ODHA dan diapun mencintaiku, aku setuju dengan Dr.Oka. one package of Love..
    tapi… jika aku ODHA-nya, aku akan berfikir dan lebih memilih untuk mencintai semua orang yang mengakui posisiku (tidak mendiskriminasi ku) bukan mencintai hanya seorang. (Bukan berarti ODHA ga boleh jatuh cinta atau mengharamkan cinta untuk ODHA, ini cuma pendapat pribadiku). pasalnya dengan menjalin hubungan sama ODHA apalagi sampai menikah itu berarti kita udah menambah 1 orang lagi penderita HIV positif di bumi ini. padahal banyak orang yg kampanye untuk menghindarinya. jadi sayang khan usaha mereka hanya karena kita jatuh cinta. aku yakin masih bisa bertahan, masih bisa bersemangat menjalani hidup jika aku dapat cinta dari banyak orang terutama keluarga. klo ketemu yg sama2 HIV positif itu lain masalah hehe…
    Lam kenal mbak Ikhe…
    (aku salah satu yg kagum sama mbak)

Leave a Reply


Bali Blogger Community Blog Kisara Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Pages

Widari Photostream

Tompi...eh Topi...

Idunggg...

Jadul

That`s Big

I Need Sendok

????

Ayo tebak..?? yang hamil yang mana..

Big Family

@ rumah kaca

More Photos