This entry was posted on Wednesday, January 30th, 2008 at 8:33 am and is filed under Apa Aja Deh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Widari
Where pink butterfly telling a story
januari 2008
“aku nggak mau banyak orang tau tentang statusMu sebagai seoran janda beranak satu,keluargaku terpandang, bisa kacau nantinya kalau ada yang tau… ” suara laki-laki yang sekarang menjadi pacarku dari telpon selulerku.
pertanyaan-pertanyaan mulai melompat dari dalam otakku, dosa nggak sie menjadi seorang janda muda beranak satu ????, apakah menikah dengan janda adalah suatu bencana??
siapa yang menganggap dosa atau hina. bukannya seorang janda memiliki hak yang sama seperti manusi-manusia lainnya.
aku juga nggak pernah meminta untuk menjadi seperti ini. suami meninggal dan harus mengurus anak semata wayangku.
membesarkannya, memberikan pendidikan yang layak, hidup yang layak. bahkan aku juga harus menerima kenyataan hidup sebagai orang yang terinfeksi HIV semenjak empat tahun silam. untungnya, anak tercintaku tak ikut merasakan di gerogoti virus yang sampai sekrang ini belum ditemukan obat penyembuhnya.
ternyata cinta tak bisa mengalahkan segalanya..,termasuk mengalahkan opini atau selentingan masyarakat dengan menikahi seorang janda.
begitu beratkah menikah denan janda…???
ah, nggak juga kan….,berat badanku cuma 46 kg dengan tinggi 165 cm…
????!!!
4 Responses to “janda”












February 12th, 2008 at 6:49 am
pria yang meneleponmu tidak layak mendapatkan dinda dan kamu… maaf bli (yang menelepon) seksis dan tuan tanah kalee…jaman gini masih feodal
February 12th, 2008 at 12:33 pm
it’s hard life…….* sad mode on*
February 20th, 2008 at 8:50 am
speechless deh
btw pacar kamu hidup dimana sih?
mungkin dia ngga sengaja ngelewati portal waktu kali ya?
ato cuman berhenti berevolusi sebelum waktunya?
April 25th, 2008 at 6:51 pm
Kadang kita mikir kalau kita adalah seseorang yang paling tidak/kurang beruntung, other always look so happy. But you know what? They even worse. Take a look more closely, pay more attention of small thing that we have… it’s there… sekarang waktunya untuk bersyukur. 46 kg dengan tinggi 165? Jelas-jelas nggak berat it’s a good shape!